Selasa, 25 Januari 2011

METODOLOGI/PENDEKATAN YANG DIPERGUNAKAN UNTUK MERANCANG DATA WAREHOUSE

1. INMON (1994)

Bill Inmon yang menegaskan bahwa data warehouse sebaiknya dibangun jika desain arsitektur data warehouse sudah dibuat (top-down approach). Karena data warehouse merupakan bagian dari business intelegent (apa lagi neh?) maka segala informasi berasal dari satu data warehouse. Data warehouse 3rd normal form atau 3NF adalah kata kunci beliau.

A. Kelebihan

    1. Integrasi
    2. Perulangan

i. Arsitektur pengembangan berimbang yang terkonsentrasi

B.Kelemahan

    1. Kesulitan dan biaya mendisain model data perusahaan
    2. Pengertian model ER (dalam 3NF)
    3. Feedback dari penggunaan?

2. IVES

A. Kelebihan

a. Teknik untuk perumusan keperluan Integrasi

b. Teknik representasi berganda

B. Kelemahan

a. Kekompleksan dan potensi berbiaya tinggi

b. Waktu penyelesaian

c. Kemampuan beradaptasi

d. Bagaimana bila strategi bisnis berubah?

e. Feedback pengguna?

3. KIMBALL

Ralph Kimball adalah Seorang pakar dibidang datawarehouse yang membuat metode perancangan datawarehouse yang disebut dengan perancangan bottom-up. Disebut bottom-up karena pertama-tama data pada kantor cabang diidentifikasi dan dibuat terlebih dahulu, untuk menyediakan kapabilitas laporan dan analisis untuk proses bisnus tertentu. Data cabang ini dapat dikombinasikan untuk membuat sebuah datawarehouse.

A. Kelebihan

a. Pemodelan berdimensi

b. Mudah dimengerti

B. Kelemahan

a. Integrasi

b. Mapping dari pemodelan berdimensi ke sistem yang sudah ada

4. MCFADDEN

A. Kelebihan

a. Partisipasi Pengguna

b. Fokus pada pencarian sumber data

B. Kelemahan

a. Membagi data warehouse yang besar

b. Tidak ada guidelines untuk disain secara fisik

5. MICROSOFT

A. Kelebihan

a. Memberikan perhatian pada pengguna secara eksplisit

- Tapi apa sebenarnya kelemahan ini?

- Berputar

b. Terkait dengan beberapa tool yang specific yang mengintegrasikan RDBMS dan OLAP (misalnya SQL server & Layanan Analisa/Pelaporan

B. Kekurangan

a. Terkait dengan beberapa tool yang specific, tetapi banyak yang tidak mempercayai (walaupun ini berubah)

b. Mapping sistem sumber

6. SAS DAN NCR

A. SAS

a. Memakai teknik time-box

- Data warehousing cepat

b. Keterkaitan selama 3 bulan (90 hari)

- Prototyping 2 bulan + 1 bulan untuk pengembangan ‘solid’

- Banyak menggunakan prototyping dan workshop dengan pengguna

c. Bergantung pada kemampuan analis sistem yang bagus

B. NCR

a. Hampir sama dengan Inmon

b. 3NF dan model perusahaan

- Penekanan pada normalisasi dan DBMS standar

c. Penekanan pada arsitektur

d. Digunakan dalam beberapa sistem yang sangat besar

7. METHOD YANG DIAJUKAN OLEH SHANKS & O’DONELL

Dari O’Donell, Arnott & Gibson (2002)

PERBEDAAN ANTARA KIMBALL DAN INMON

Bila kita ingin mendalami data warehouse, maka kita akan menemui dua tokoh dalam beberapa literatur yang kita cari. Yaitu: Ralph Kimball dan Bill Inmon. Keduanya cukup populer, dan cukup kontroversial karena kedua pendekatan mereka dalam membangun data warehouse sangat kontradiksi.

Penjelasan sederhana dari pendekatan Ralph Kimball adalah bahwa data warehouse berawal dari kumpulan data mart (bottom-up approach) yang berada dalam sebuah lingkungan enterprise (sebuah buzzword yang hampir semua orang memiliki pandangan yang berbeda, enterprise). Dalam desainnya, informasi dalam data warehouse selalu disajikan dalam bentuk dimensional. Fact, measure dan dimension adalah kata kunci dari pendekatan bapak yang satu ini.

Berbeda dengan Bill Inmon yang menegaskan bahwa data warehouse sebaiknya dibangun jika desain arsitektur data warehouse sudah dibuat (top-down approach). Karena data warehouse merupakan bagian dari business intelegent (apa lagi neh?) maka segala informasi berasal dari satu data warehouse. Data warehouse 3rd normal form atau 3NF adalah kata kunci beliau.

Kebanyakan artikel pasti tidak akan menyalahkan kedua pendekatan ini. Karena keduanya memang bisa diterapkan. Namun jika semakin mendalami data warehouse, pendekatan Ralph Kimball akan terlihat masuk akal. Bukan karena pendekatan Bill Inmon salah, melainkan karena pendekatan Ralph Kimball sangat mudah untuk diimplementasikan. Kita tidak perlu memahami seluruh data enterprise untuk memulai sebuah data warehouse. Kata mereka, untuk memulai akan sangat mudah dengan Ralph Kimball, namun akan banyak mengalami kesulitan pada jangka panjang. Susah dikelola! Benarkah?

Selain dibutuhkan pemahaman yang menyeluruh terhadap data enterprise, pendekatan Bill Inmon sangat susah untuk dimulai. Namun dalam jangka waktu yang panjang, akan sangat mudah dalam mengelolanya (jika desainnya memang sudah benar!?). Karena pendekatan Bill Inmon susah dalam tahap desain awal, maka sangat wajar jika kebanyakan perusahaan konsultan yang bergerak dalam data warehouse menawarkan cetak biru (blueprint) desain data warehouse “best practice” dengan pendekatan 3NF. Agar para perusahaan tak perlu bersusah payah mendesain dari awal mengenai desain data warehouse di bidang usahanya. Mereka menyebutnya data model.